KPU Parepare Tanamkan Pendidikan Demokrasi melalui Pendampingan Debat Pilketos

KPU Parepare Tanamkan Pendidikan Demokrasi melalui Pendampingan Debat Pilketos
KPU Parepare Tanamkan Pendidikan Demokrasi melalui Pendampingan Debat Pilketos. (Foto: humas)

ONEANEWS.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Parepare secara konsisten melaksanakan sosialisasi dan pendidikan pemilih berkelanjutan bagi pemilih pemula. Pada Kamis, 24 September 2026, KPU Kota Parepare turun langsung memberikan pendampingan pada tahapan Debat Calon Ketua dan Wakil Ketua OSIS (Pilketos) Serentak Tingkat SMA/SMK Sederajat Tahun 2026 di tiga sekolah, yakni SMAN 4 Parepare, SMKN 1 Parepare, dan SMAN 1 Parepare.

Kegiatan debat kandidat di ketiga sekolah tersebut menjadi ruang edukasi politik bagi para siswa untuk menyampaikan visi, misi, program kerja, serta gagasan antarpasangan calon. Adapun jalannya kegiatan di masing-masing sekolah adalah sebagai berikut:

1. SMA Negeri 4 Parepare
Di SMAN 4 Parepare, tahapan debat diikuti oleh empat pasangan calon. Ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Parepare, Ilham H. Muhtar, menekankan agar para calon menyampaikan program kerja yang jelas, realistis, dan menjauhi isu SARA. Ia juga mengingatkan moderator agar bersikap adil serta meminta para siswa tidak memilih hanya berdasarkan faktor kedekatan.

Sementara itu, Kepala SMAN 4 Parepare, Hamzah Wakkang, mengapresiasi kehadiran KPU dan berpesan agar seluruh siswa tetap menjaga persaudaraan, sportivitas, dan kedamaian selama maupun setelah pemilihan.

2. SMK Negeri 1 Parepare
Pelaksanaan debat di SMKN 1 Parepare diikuti oleh dua pasangan calon. Ketua Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Kota Parepare, Nur Islah, mengingatkan para calon agar menyampaikan program secara terukur. Ia juga mengedukasi siswa mengenai pentingnya menjaga kerahasiaan pilihan serta bebas dari tekanan pihak mana pun.

Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Kepala SMKN 1 Parepare, Mushiruddin, yang menyampaikan terima kasih atas pendampingan dari KPU Kota Parepare.

3. SMA Negeri 1 Parepare
Sementara di SMAN 1 Parepare, tahapan debat berlangsung antusias dalam tiga sesi utama, yakni penyampaian visi-misi; adu argumen dari pertanyaan panelis, Ketua OSIS, guru, dan siswa; serta tanya jawab antarpaslon.

Plt. Kepala SMAN 1 Parepare, Hariati, mengapresiasi KPU yang telah membekali siswa agar mampu menggunakan hak suara secara bertanggung jawab. Pada kesempatan yang sama, Ketua Divisi Perencanaan, Data dan Informasi (Rendatin) KPU Kota Parepare, Kalmasyari, mengimbau para calon agar menyampaikan gagasan secara santun tanpa saling menjatuhkan.

Di SMAN 1 Parepare, pemungutan suara dijadwalkan berlangsung pada 30 September 2026 dengan total 1.155 calon pemilih, terdiri atas 1.073 siswa serta 82 guru dan pegawai.

Melalui pendampingan di ketiga sekolah tersebut, KPU Kota Parepare bersama pihak sekolah mengusung agenda dan pemahaman mendasar yang sama, antara lain:

a. Wadah Pembelajaran Demokrasi yang Realistis: Menjadi sarana praktik langsung bagi pemilih pemula untuk memahami tahapan, nilai-nilai, serta mekanisme pemilihan umum yang jujur, santun, dan berintegritas sebagai bekal di masa depan.

b. Pendidikan Pemilih Rasional dan Bebas Tekanan: Mendorong siswa agar menentukan pilihan secara cerdas berdasarkan pertimbangan gagasan, visi-misi, dan kapasitas calon, bukan karena faktor popularitas, pertemanan, ajakan kelompok, maupun tekanan dari pihak lain.

c. Penanaman Sikap Sportif dan Penjagaan Persatuan: Menanamkan kesadaran untuk menghargai perbedaan pilihan, siap menerima hasil pemilihan, serta menjaga persaudaraan dan keharmonisan lingkungan sekolah.

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara KPU dan satuan pendidikan mampu menghadirkan praktik demokrasi yang autentik di lingkungan sekolah, sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kualitas demokrasi di Kota Parepare. (Rls)

Bagikan artikel ini ke :