KPPN Mamuju Survei Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Operasional Koperasi Desa

KPPN Mamuju Survei Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Operasional Koperasi Desa
KPPN Mamuju Survei Koperasi Merah Putih, Dorong Penguatan Tata Kelola dan Operasional Koperasi Desa. (Foto: humas)

ONEANEWS.com – Upaya penguatan kelembagaan dan keberlanjutan usaha Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) terus mendapat perhatian berbagai pihak.

Dalam rangka mendukung pemantauan perkembangan koperasi sekaligus memperoleh gambaran langsung kondisi di lapangan, KPPN Mamuju menugaskan sejumlah tim untuk melaksanakan survei KDKMP di beberapa desa dan kelurahan di Kabupaten Mamuju selama Oktober 2026.

Survei dilaksanakan terhadap sejumlah KDKMP di wilayah Mamuju, antara lain Karema, Sumare, Rangas, Rimuku, Simboro, Tapandullu Simboro, Kalukku, Mamunyu, Pokkang, Binanga, Bambu, dan Bebanga, yang dimulai sejak 14 Oktober 2026.

Salah satu hasil pemantauan menunjukkan bahwa koperasi yang berada di kawasan Kampung Nelayan telah mulai beroperasi sejak Juni 2026 setelah proses pembangunan fisik selesai 100 persen pada April 2026.

Pada tahap awal operasional, unit usaha yang berjalan adalah pabrik es, sementara unit usaha lainnya mulai beroperasi secara bertahap sejak Agustus hingga September 2026. Meski demikian, sejumlah aspek administratif dan kelembagaan masih memerlukan penyempurnaan.

Koperasi saat ini masih menunggu proses review dari dan sebagai bagian dari tahapan sebelum penerbitan status BAST.

Tim pengawasan juga telah beberapa kali melakukan kunjungan untuk memastikan pengelolaan koperasi berjalan sesuai ketentuan.
Dari sisi pengelolaan, koperasi didukung oleh pengurus lokal serta personel yang berada di bawah koordinasi.

Sementara itu, pendanaan pembangunan kawasan kampung nelayan berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sedangkan pengadaan gerai mendapat dukungan dari kementerian Koperasi. Koordinasi dengan setempat juga terus dilakukan, termasuk melalui pengisian kuesioner dan kegiatan monitoring berkala.

Hasil survei juga mengungkap tantangan yang masih dihadapi, khususnya pada unit pabrik es yang penjualannya belum optimal.

Pengelola koperasi menyampaikan bahwa ruang inovasi produk masih terbatas sehingga pengembangan usaha belum dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi ini menjadi salah satu masukan penting dalam upaya meningkatkan produktivitas dan kinerja ekonomi koperasi ke depan.

Melalui kegiatan survei tersebut, KPPN Mamuju berharap dapat memperoleh data dan informasi yang lebih komprehensif mengenai perkembangan KDKMP, sekaligus mendukung penguatan tata kelola, efektivitas pemanfaatan dukungan pemerintah, serta peningkatan manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat desa dan kelurahan.

Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan menjadi salah satu instrumen penting dalam memperkuat perekonomian lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. (Rls)

Bagikan artikel ini ke :