Bawaslu Parepare Gandeng ITH, Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pendidikan Politik dan Pengawasan Pemilu

Bawaslu Parepare Gandeng ITH, Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pendidikan Politik dan Pengawasan Pemilu
Bawaslu Parepare Gandeng ITH, Perkuat Peran Mahasiswa dalam Pendidikan Politik dan Pengawasan Pemilu. (Foto: humas)

ONEANEWS.com – Upaya memperkuat keterlibatan generasi muda dalam mengawal demokrasi terus dilakukan Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kota Parepare. Kali ini, Bawaslu Parepare menggandeng Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie (ITH) melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), Jumat (4/9/2026).

Penandatanganan yang berlangsung di Ruang Rapat Kampus 1 ITH, Kota Parepare, tersebut menjadi langkah kolaboratif untuk memperkuat pendidikan politik, meningkatkan pemahaman kepemiluan, sekaligus mendorong pengawasan partisipatif di kalangan mahasiswa.

Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, S.IP., bersama Anggota Bawaslu Kota Parepare, Dr. Susilawati, M.Pd.I., hadir dalam kegiatan tersebut bersama jajaran staf Bawaslu. Dari pihak ITH, hadir Rektor ITH, Prof. Dr. Ir. Ansar Suyuti, S.H., M.T., IPU., ASEAN.Eng., Wakil Rektor ITH, Prof. Dr. Andi Ilham Latunra, M.Si., serta jajaran staf ITH.

Rektor ITH, Prof. Dr. Ir. Ansar Suyuti, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia menilai keberadaan mahasiswa sebagai bagian dari kelompok pemilih muda menjadi alasan penting untuk terus memperkuat pendidikan kepemiluan di lingkungan perguruan tinggi.

“Di sini masih banyak pemilih pemula. Kami berterima kasih kepada Bawaslu Kota Parepare yang telah melaksanakan penandatanganan MoU ini. Kami dari tim ITH siap menyambut dan mendukung kerja sama ini,” ungkapnya.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam memberikan pemahaman kepada mahasiswa mengenai kepemiluan, sehingga mereka mampu menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab serta memahami perannya dalam kehidupan demokrasi.

“Tidak henti-hentinya kami berusaha agar anak-anak kami bisa diberikan pemahaman terkait kepemiluan. Tahun ini ITH menerima mahasiswa baru sebanyak 940 orang dan kami selalu berusaha agar jumlah mahasiswa kami dapat terus bertambah,” lanjutnya.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Parepare, Muh. Zainal Asnun, mengatakan kerja sama dengan ITH merupakan bagian dari upaya memperluas jangkauan pendidikan politik dan membangun kesadaran masyarakat untuk terlibat dalam pengawasan pemilu.

“Kami sangat berterima kasih karena ITH telah menyambut baik rencana MoU yang dilaksanakan. Intinya, MoU ini dimaksudkan untuk pendidikan politik dan pengawasan partisipatif,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tanggung jawab Bawaslu. Keterlibatan masyarakat, termasuk mahasiswa, diperlukan untuk memastikan proses demokrasi berjalan secara berkualitas.

“Bawaslu tidak hanya melakukan pengawasan pemilu, tetapi pendidikan politik dan pengawasan partisipatif juga menjadi bagian dari tugas dan kewajiban kami. Ini merupakan salah satu langkah yang kami laksanakan untuk menanamkan pemilu yang substansial, khususnya kepada mahasiswa yang nantinya akan terlibat dalam proses pemilihan,” jelasnya.

Menurut Zainal, mahasiswa memiliki posisi penting dalam membangun budaya demokrasi. Selain sebagai pemilih, mahasiswa juga dapat mengambil peran sebagai agen edukasi dan pengawasan di tengah masyarakat.

“Ketika Bawaslu dapat menyentuh dan memberikan pendidikan politik kepada mahasiswa, tentu ini menjadi sesuatu yang sangat baik. Kami sangat berterima kasih dan insyaallah kerja sama ini dapat terus berkesinambungan,” tuturnya.

Penandatanganan MoU dan PKS kemudian dilakukan oleh Bawaslu Kota Parepare dan ITH sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjalankan kerja sama di bidang pendidikan politik, kepemiluan, serta pengawasan partisipatif.

Kolaborasi tersebut diharapkan tidak berhenti pada penandatanganan dokumen kerja sama, tetapi dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan edukasi dan penguatan kapasitas mahasiswa.

Dengan terjalinnya kerja sama ini, Bawaslu Kota Parepare dan ITH berkomitmen mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya memahami hak dan kewajibannya sebagai pemilih, tetapi juga memiliki kesadaran untuk turut mengawal setiap proses demokrasi secara aktif, kritis, dan bertanggung jawab. (Rls)

Bagikan artikel ini ke :