Merasa Dianaktirikan, Ratusan Petani Geruduk Kantor PSDA dan DPRD Pinrang
ONEANEWS.com – Ratusan Petani dari Pinrang bagian Utara mendatangi Kantor PSDA dan Gedung DPRD, karena merasa dianaktirikan soal pembagian air irigasi untuk persawahan.
“Petani di Pinrang Utara itu dianaktirikan,” kata Lapris, Petani asal Duampanua yang turut aksi, Senin 14 September 2026.
Lapris menilai pembagian air irigasi lebih dominan ke petani yang ada di Pinrang bagian selatan. “Air semua dialirkan ke selatan, sementara irigasi di bagian utara sudah kering,” sesalnya.
Olehnya itu kata dia, petani dari Kecamatan Duampanua menuntut keadilan pembagian air irigasi. “Karena petani di Pinrang bagian Utara juga butuh air,” terangnya.
Dia mengatakan, petani saat ini dilema, sebab air yang hendak dipompanisasi sudah tidak ada. “Termasuk kesulitan BBM jika hendak melakukan pompanisasi,” katanya.
Makanya petani kata dia, butuh keadilan pemerintah daerah dalam pembagian air irigasi. “Kami jangan dianaktirikan,” ungkapnya.
Aksi ratusan petani itu juga membakar ban bekas di dua kantor pemerintah daerah itu.
Kepala Dinas PSDA Kabupaten Pinrang, Bachrum Syah mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pompengan terkait pembagian air. “Kita akan menyurat ke Balai Besar,” ujarnya.
Bachrum menampik tudingan penganaktirian petani di Pinrang bagian utara. “Bukan dianaktirikan, tapi volume air memang kurang,” tegasnya. (Dia)
