Bupati Barru Buka Penyuluhan Hukum Unhas, Soroti Pencegahan Perkawinan Anak dan KDRT

Bupati Barru Buka Penyuluhan Hukum Unhas, Soroti Pencegahan Perkawinan Anak dan KDRT

Barru — Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari secara resmi membuka kegiatan Penyuluhan Hukum dalam rangka Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dengan tema “Pencegahan Perkawinan Anak dan Kekerasan dalam Rumah Tangga” di Baruga Singkerru Ada’e, Rumah Jabatan Bupati Barru, Rabu (13/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi hukum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi perempuan dan anak.

Dalam sambutannya, Bupati Barru Andi Ina Kartika Sari menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin atas pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dinilai sangat relevan dengan berbagai tantangan sosial yang dihadapi saat ini.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Barru, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin dan seluruh panitia penyelenggara atas pelaksanaan kegiatan yang sangat penting dan strategis ini,” ujar Andi Ina.

Bupati yang juga merupakan alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin angkatan 1993 itu menegaskan bahwa persoalan perkawinan anak dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) merupakan isu serius yang membutuhkan perhatian serta penanganan bersama dari berbagai pihak.

Menurutnya, dampak perkawinan anak dan KDRT tidak hanya dirasakan oleh korban secara langsung, tetapi juga berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia, kesehatan, pendidikan, dan masa depan generasi muda.

“Anak-anak seharusnya tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang, bukan menghadapi tekanan sosial maupun kekerasan yang merampas hak-hak mereka,” tegasnya.

Andi Ina menekankan bahwa upaya pencegahan tidak dapat mengandalkan penegakan hukum semata. Diperlukan pendekatan yang lebih komprehensif melalui edukasi, pendampingan, serta kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, aparat penegak hukum, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan keluarga.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati mengungkapkan bahwa angka perkawinan anak di Kabupaten Barru masih tergolong tinggi dan menjadi salah satu perhatian utama pemerintah daerah.

“Masalah perempuan dan anak menjadi tanggung jawab besar bagi saya sebagai kepala daerah. Karena itu, kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan kesadaran hukum masyarakat,” ungkapnya.

Ia berharap materi yang diperoleh peserta selama penyuluhan dapat diterapkan di lingkungan kerja maupun masyarakat sehingga mampu memberikan dampak nyata dalam upaya perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Barru.

Pada kesempatan itu, Andi Ina juga menyampaikan rasa bangganya sebagai alumni Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang telah memberikan bekal ilmu dan membentuk karakter kepemimpinannya hingga dipercaya menjadi Bupati perempuan pertama di Kabupaten Barru serta perempuan pertama yang pernah menjabat Ketua DPRD Sulawesi Selatan.

“Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin adalah kampus yang membentuk saya hingga bisa berdiri di posisi ini. Saya bangga menjadi bagian dari almamater Kampus Merah,” tuturnya.

Kegiatan penyuluhan hukum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Dies Natalis ke-74 Fakultas Hukum Universitas Hasanuddin yang mengusung semangat pengabdian kepada masyarakat melalui edukasi hukum dan peningkatan perlindungan terhadap perempuan serta anak.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Dekan II Fakultas Hukum Unhas, Iin Karita Sakharina, Wakil Dekan III Fakultas Hukum Unhas, Ratnawati, Sekretaris Daerah Barru Andi Syarifuddin, perwakilan Pengadilan Agama Barru, unsur Kementerian Agama, para dosen Fakultas Hukum Unhas, camat, lurah, dan kepala desa se-Kabupaten Barru, para penghulu dan kepala KUA, serta pengurus Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) se-Kabupaten Barru.

Melalui kegiatan ini, diharapkan kesadaran hukum masyarakat semakin meningkat sehingga upaya pencegahan perkawinan anak dan kekerasan dalam rumah tangga dapat berjalan lebih efektif demi terwujudnya lingkungan yang aman, sehat, dan ramah bagi perempuan serta anak.

Bagikan artikel ini ke :