Bekal untuk Kembali ke Masyarakat, WBP Lapas Parepare Dilatih dalam Penyelenggaraan Jenazah

Bekal untuk Kembali ke Masyarakat, WBP Lapas Parepare Dilatih dalam Penyelenggaraan Jenazah
Bekal untuk Kembali ke Masyarakat, WBP Lapas Parepare Dilatih dalam Penyelenggaraan Jenazah. (Foto: humas)

ONEANEWS.com – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Parepare bersama Kementerian Agama Kota Parepare melaksanakan kegiatan pembinaan keagamaan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui pelatihan penyelenggaraan jenazah. Kegiatan yang berlangsung di Masjid At-Taubah Lapas Parepare ini berfokus pada pemberian pemahaman dan keterampilan praktis kepada WBP mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah sesuai tuntunan agama.

Kegiatan tersebut mengangkat tema “Membentuk Warga Binaan yang Religius, Terampil, dan Berakhlak Mulia melalui Pembinaan Keagamaan”. Materi yang diberikan secara khusus membahas tahapan penyelenggaraan jenazah, mulai dari memandikan, mengkafani, hingga melaksanakan salat jenazah. Pembinaan ini diharapkan dapat menjadi bekal pengetahuan dan keterampilan keagamaan yang dapat diterapkan WBP ketika kembali ke tengah masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, Kementerian Agama Kota Parepare menghadirkan tiga pemateri dengan materi yang berbeda. Sahbuddin, S.Pd.I., M.Pd. memberikan materi mengenai tata cara mengkafani jenazah, Asdar, S.Pd.I. menyampaikan materi mengenai tata cara salat jenazah, sedangkan Hamkah, S.Pd.I. memberikan materi mengenai tata cara memandikan jenazah.

Tidak hanya menerima penjelasan secara teori, WBP juga mendapatkan pembelajaran secara langsung mengenai tata cara penyelenggaraan jenazah. Salah satu bagian yang menjadi fokus praktik adalah proses mengkafani jenazah, sehingga peserta dapat memahami tahapan-tahapan yang harus dilakukan secara benar dan sesuai dengan ketentuan keagamaan.

Kepala Lapas Kelas IIA Parepare, Marten, Bc.IP., S.H., M.H., melalui Kepala Seksi Pembinaan Narapidana dan Anak Didik (Kasi Binadik), Rustan, S.H., M.H., menyampaikan bahwa pembinaan keagamaan merupakan bagian penting dalam proses pembinaan WBP. Selain memberikan pemahaman keagamaan, kegiatan seperti ini juga diarahkan untuk membekali WBP dengan keterampilan yang dapat bermanfaat ketika mereka kembali ke lingkungan masyarakat.

Salah seorang WBP yang mengikuti kegiatan tersebut menyambut baik pelatihan yang diberikan. Ia mengaku mendapatkan pengetahuan baru mengenai penyelenggaraan jenazah, khususnya tata cara memandikan, mengkafani, dan melaksanakan salat jenazah. Menurutnya, kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang bermanfaat karena ilmu yang diperoleh tidak hanya dapat dipahami secara teori, tetapi juga dipraktikkan secara langsung. Ia berharap pembinaan keagamaan seperti ini dapat terus dilaksanakan sebagai bekal bagi WBP ketika nantinya kembali ke masyarakat.

Melalui kegiatan ini, Lapas Kelas IIA Parepare terus memperkuat pembinaan kepribadian dan keagamaan bagi WBP sebagai bagian dari proses pemasyarakatan. Pembekalan mengenai penyelenggaraan jenazah diharapkan dapat menambah wawasan, membentuk sikap religius, serta memberikan keterampilan yang bermanfaat bagi WBP sebagai bekal dalam menjalani kehidupan dan berkontribusi secara positif setelah kembali ke masyarakat. (Rls)

Bagikan artikel ini ke :