Institut Andi Sapada Gelar FGD, Resmikan Auditorium, Teken MoU, hingga Penyerahan Akreditasi Unggul
ONEANEWS.com – Institut Ilmu Sosial dan Bisnis Andi Sapada Parepare menggelar peresmian Auditorium Andi Sapada yang dirangkaikan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), serta penyerahan resmi akreditasi unggul, hingga teken MoU dengan Pemkot Parepare, Kamis, 30 April 2026.
Acara ini dihadiri Wali Kota Parepare Tasming Hamid, Kapolres, Kepala Kejaksaan, serta jajaran pejabat daerah dan sivitas akademika.
Rektor Institut Andi Sapada, Prof. Bakhtiar Tijjang, dalam sambutannya menegaskan bahwa capaian akreditasi unggul ini merupakan hasil kerja keras seluruh sivitas akademika. Ia menyampaikan permohonan maaf karena penyerahan surat resmi akreditasi baru dapat dilakukan bersamaan dengan peresmian auditorium.
“Alhamdulillah, dua hari lalu kami menerima akreditasi unggul untuk S2 Manajemen. Ini menjadi kebanggaan tersendiri, karena hanya ada tiga perguruan tinggi di wilayah IX yang berhasil meraih capaian ini,” ujarnya.
Prof. Bakhtiar juga mengumumkan rencana pembukaan program studi baru, termasuk S2 Manajemen dan S2 Hukum, yang akan mulai menerima mahasiswa pada September mendatang.
Ia menegaskan, kepercayaan pemerintah untuk membuka program pascasarjana merupakan penghargaan luar biasa bagi Institut Andi Sapada. “Kami berkomitmen memperluas jejaring penelitian internasional dan meningkatkan kualitas pendidikan berbasis inovasi,” terangnya.
Tak hanya itu, Prof Bakhtiar juga menyinggung dukungan beasiswa dari pusat dan daerah. Tahun ini tercatat lebih dari 800 mahasiswa menerima bantuan pendidikan, yang nilainya Rp800 ribu perbulan selama empat tahun.
Dari 800 lebih mahasiswa, 600 lebih merupakan alumni dari SMA sederajat yang ada di Kota Parepare. “Ini bentuk perhatian pemerintah agar pendidikan bisa diakses lebih luas,” kata Prof Bakhtiar.
Wali Kota Parepare, Tasming Hamid dalam sambutannya menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung pendidikan melalui program beasiswa bagi masyarakat kurang mampu dan berprestasi.
“Kurang lebih Rp50 juta per tahun kami siapkan untuk membiayai anak-anak Parepare yang berprestasi agar tidak putus kuliah. Targetnya jelas, membantu mereka yang kurang mampu agar tetap bisa melanjutkan pendidikan,” ungkapnya.
Tasming menambahkan, meski program ini baru berjalan satu tahun, pemerintah daerah membuka peluang untuk melanjutkannya di tahun-tahun berikutnya.
Sebelumnya, Dewan Pembina Institut Andi Sapada, Ir. Andi Malongbassi, turut menyampaikan apresiasi atas capaian kampus. Ia mengingatkan bahwa yayasan yang menaungi Institut Andi Sapada telah berdiri sejak 1977, dan kini semakin relevan dalam menjawab kebutuhan pendidikan di kawasan Parepare dan sekitarnya. “Kerja sama dengan pemerintah kota harus terus dijaga, agar dunia pendidikan semakin maju dan memberi manfaat bagi masyarakat,” tutupnya. (*)
Sumber: Kilassulawesi.com
