Merawat Tradisi Intelektual: PMII Rayon Tarbiyah & Syariah IAI DDI Mangkoso Membincang Buku “Pengetahuan Sebagai Strategi”
BARRU – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Tarbiyah dan Rayon Syariah Komisariat IAI DDI Mangkoso membincang Buku Pengetahuan Sebagai Strategi karya yang ditulis oleh Muhammad Suryadi R.
Kgiatan tersebut dilaksanakan pada 13 Oktober 2026 di Sekretariat PMII Mangkoso, Kabupaten Barru, Sulsel.
Kegiatan ini di hadiri oleh anggota dan kader PMII Mangkoso.
Buku pertama yang ditulis Muhammad Suryadi R ini diulas oleh Risman.
Kegiatan ini bukan hanya ajang serimonial, tetapi kegiatan ini di jadikan sebagai wadah untuk belajar.
Menurut Risman, dalam kajian buku, pemantik mengulas buku ke dalam beberapa segmen.
“Pertama, bincang buku kali ini banyak menghasilkan pengetahuan baru, karna dalam buku ini menggambarkan banyak sekali fakta tentang kehidupan khususnya di Indonesia.”ujarnya.
Kedua, lanjut Risman, di buku ini banyak menyorot persoalan pendidikan.
“Berbicara tentang seorang guru dan ruang guru. Guru memiliki tugas mengajar dan Ruang Guru adalah aplikasi yang digunakan untuk belajar,” jelasnya.
“Jika aplikasi Ruang Guru ini tidak digunakan dengan cerdas, justru hanya akan mematikan esensi guru sebagai pengajar dan bahkan mendegradasi kreativitas, inovasi dan menstagnasi paradigma berpikir guru,” paparnya.
Terakhir, kata Risman, dalam diskursus pengetahuan ada beberapa fase. Tingkatan pertama, berbicara tentang kosmosentris. Kedua, teosentris dan ketiga, antroposentris. Kosmosentris berbicara tentang alam semesta, sedangkan teosentris berbicara tentang Tuhan, dan antroposentris berbicara mengenai manusia.
“Ketiga fase ini tidak bisa terlepas dari pikiran manusia, karena harus disinkronkan dan di realisasikan di era modern melihat kondisi. Manusia tutup mata melihat kondisi alam, sehingga masyarakat menjadi korban dan manusia akan berdoa ketika sudah terpojok dengan masalah yang terjadi,” lebih jelasnya.
”Bincang buku ini tidak sekedar menjadi perkumpulan biasa, melainkan tempat untuk membenturkan gagasan dan melahirkan ide baru. Karena belajar tidak harus diruang kelas dan begitu juga dengan pendidikan,” tambahnya.
“Pendidikan adalah senjata ampuh untuk mengubah dunia kata Nelson Mandela, tetapi bagi saya, pendidikan tidak bisa mengubah bangsa dan dunia, melainkan pendidikan mengubah manusia, dan manusia inilah yang akan mengubah bangsa itu sendiri,” tutup Risman.
