Sinergi Pemerintah dan NU Kunci Selesaikan Persoalan Masyarakat Barru

Sinergi Pemerintah dan NU Kunci Selesaikan Persoalan Masyarakat Barru

BARRU — Bupati Barru, Andi Ina Kartika Sari, S.H., M.Si., menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi Pemerintah Kabupaten Barru dengan Nahdlatul Ulama (NU) dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat.

Menurut Andi Ina, NU memiliki posisi strategis sebagai organisasi kemasyarakatan yang telah lama menjadi bagian penting dalam kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat Barru.

“Organisasi ini harus berjalan dengan baik. NU harus menjadi rumah bagi mereka yang mau bersama-sama membesarkan NU dan memberikan manfaat yang besar untuk masyarakat,” tegas Andi Ina.

Ia memastikan pemerintah daerah hadir dan akan memberikan dukungan terhadap berbagai program NU yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Silakan jalankan program-program kita. Insya Allah kekuatan dari pemerintah akan ada bersama kita,” ujarnya.

Andi Ina juga mengungkapkan kedekatan emosionalnya dengan sejumlah tokoh NU sejak dirinya mulai memasuki dunia politik. Ia mengenang dukungan dan doa para ulama yang mengiringi perjalanan politiknya, termasuk saat dirinya maju sebagai calon legislatif pada Pemilu 2009.

Kedekatan tersebut, kata Andi Ina, menjadi salah satu alasan dirinya terus membuka ruang komunikasi dan kolaborasi dengan NU.

“Kalau NU punya masalah, sampaikan langsung kepada saya. Insya Allah saya bisa membantu dengan cara saya,” katanya.

Selain penguatan kelembagaan, Bupati Barru mendorong NU, khususnya Muslimat NU, untuk mengambil peran lebih besar dalam menangani persoalan perempuan dan anak.

Menurutnya, kompleksitas persoalan perempuan dan anak tidak mungkin diselesaikan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi berbagai pihak, termasuk organisasi keagamaan dan kemasyarakatan.

“Masalah perempuan dan anak begitu kompleks. Tidak mungkin saya sendiri yang bisa menyelesaikannya. Tentu dengan banyak tangan dan pikiran yang ikut bersama-sama, hasilnya akan lebih maksimal,” jelasnya.

Ia menyebut, salah satu agenda yang dapat diperkuat bersama adalah upaya penurunan angka stunting di Kabupaten Barru.

Andi Ina berharap Muslimat NU dapat menjadi salah satu kekuatan masyarakat yang ikut mengawal program-program pemerintah, khususnya yang menyentuh keluarga, perempuan dan anak.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Barru juga menyoroti persoalan kemampuan baca tulis Al-Qur’an (BTQ) di kalangan pelajar.

Ia menyampaikan bahwa berdasarkan hasil survei yang diterimanya, kemampuan BTQ anak-anak Barru, khususnya pada jenjang SMA dan sederajat, masih berada pada angka sekitar 50 persen.

Kondisi tersebut dinilai perlu mendapat perhatian serius, terlebih Barru selama ini dikenal sebagai daerah yang identik dengan pesantren dan dengan sebutan Kota Santri.

“Barru identik dengan pesantren, dengan Kota Santri. Tetapi ada hal yang sedikit mengganggu saya, karena tidak berbanding lurus. Kita Kota Santri, tetapi kemampuan BTQ anak-anak kita, khususnya tingkat SMA, masih berada di angka yang mengkhawatirkan,” ungkapnya.

Menurut Andi Ina, persoalan tersebut tidak semata-mata harus diselesaikan pada jenjang SMA. Penguatan harus dilakukan sejak pendidikan paling dasar.
Karena itu, ia mendorong adanya program bersama yang mampu memperkuat kemampuan keagamaan anak mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA dan sederajat.

“Kalau mereka sudah kuat dari bawah, tentu persoalan seperti ini tidak akan terjadi. Berarti ada yang harus kita kuatkan dari bawah,” katanya.

Ia berharap NU dapat mengambil peran strategis dalam merancang program penguatan BTQ secara berkelanjutan di seluruh jenjang pendidikan.

Bagi Andi Ina, kolaborasi pemerintah dan NU bukan sekadar hubungan kelembagaan, tetapi bagian dari ikhtiar bersama untuk membangun sumber daya manusia Barru yang berkarakter, religius dan memiliki masa depan yang lebih baik.

“Saya yakin kita bisa bersama-sama menyelesaikan masalah yang sudah saya sampaikan. Ini bisa menjadi langkah awal untuk menyusun program-program organisasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Barru,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua Tanfidziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Barru Dr. Rasda Rais. MP, menegaskan pentingnya hubungan harmonis dan sinergis antara NU dengan pemerintah dalam menjalankan berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

Dalam audiensi tersebut Ketua Tanfidziyah
turut didampingi, Sekretaris Sudirman Abdullah, S.Pd. MA. Bendahara H. Nur Asmi. S.HI dan sejumlah jajaran pengurus PCNU Barru bersama badan otonom NU.

Atas nama keluarga besar NU Barru, Ketua Tanfidziyah menyampaikan apresiasi kepada Bupati Barru yang telah menerima jajaran NU untuk bersilaturahmi dan berdialog secara langsung.

Menurutnya, hubungan NU dengan pemerintah bukanlah sesuatu yang baru. Secara historis, NU senantiasa mengambil peran dalam perjalanan bangsa dan pembangunan masyarakat.

“Sepanjang sejarah NKRI, NU tidak pernah berpisah dengan pemerintah. NU harus selalu beriringan dengan pemerintah,” tegasnya.

Ia menambahkan, NU memiliki peran strategis dalam pembangunan masyarakat melalui tiga orientasi utama, yakni pendidikan, dakwah dan sosial.

Karena itu, PCNU Barru berkomitmen mengambil bagian dalam berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemerintah Kabupaten Barru, khususnya program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat.

Dikatakan, sejumlah badan otonom yang berada di bawah payung NU turut menjadi bagian penting dalam penguatan organisasi, di antaranya Muslimat NU, GP Ansor, Fatayat NU, IPNU dan IPPNU.

Menurut Ketua Tanfidziyah, keberadaan badan otonom tersebut memiliki peran penting dalam proses kaderisasi sekaligus memperluas pengabdian NU di tengah masyarakat.

“Badan otonom ini menjadi bagian dari tanggung jawab organisasi dalam melakukan kaderisasi pada setiap jenjang,” jelasnya.

Selain memperkuat struktur organisasi, PCNU Barru juga berkomitmen menghidupkan jam’iyah dan jamaah Nahdliyin melalui berbagai kegiatan keagamaan dan sosial.

Pengajian rutin menjadi salah satu instrumen yang terus didorong untuk memperkuat silaturahmi, pembinaan keagamaan sekaligus menjaga hubungan antara struktur NU dengan warga Nahdliyin.

Ketua Tanfidziyah PCNU Barru menjelaskan, hasil Muktamar NU menjadi salah satu pijakan penting dalam memperkuat hubungan organisasi dengan pemerintah di seluruh tingkatan.
Mulai dari tingkat desa dan kelurahan, kecamatan, kabupaten, provinsi hingga pusat, NU diarahkan untuk membangun komunikasi dan sinergi dengan pemerintah dalam rangka memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat.

“Ini merupakan amanah dari PBNU bahwa NU di semua jenjang kepengurusan tidak boleh berpisah dengan pemerintah,” tegasnya.

Dengan kekuatan struktur organisasi, badan otonom dan basis jamaah yang luas, PCNU Barru optimistis dapat menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat sekaligus memperkuat pembangunan Barru di bidang keagamaan, pendidikan dan sosial.

Bagikan artikel ini ke :