Bakti Sosial Polsek Ujung Bersihkan Sisa Galian Sumur Bor di Pesantren Ummul Quro

Bakti Sosial Polsek Ujung Bersihkan Sisa Galian Sumur Bor di Pesantren Ummul Quro
Bakti Sosial Polsek Ujung Bersihkan Sisa Galian Sumur Bor di Pesantren Ummul Quro. (Foto: humas)

ONEANEWS.com – Tumpukan sisa material dari pekerjaan sumur bor menjadi sasaran kerja bakti di lingkungan Pondok Pesantren Ummul Quro, KKJ Center, Jalan Sejahtera, Kelurahan Lapadde, Kecamatan Ujung, Parepare, Selasa, (27/9/2026).

Alih-alih sekadar melakukan kunjungan, personel Polsek Ujung Polres Parepare langsung turun membersihkan area pesantren. Sisa galian sumur bor yang berada di lingkungan pondok menjadi bagian utama pekerjaan tersebut.

Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah, SH, MH memimpin langsung aksi bersih – bersih bersama sekitar 20 personel. Sejumlah pejabat Polsek Ujung turut berada di lokasi, di antaranya Kanit Lantas AKP Samsidi Baco, SE, Kanit Samapta IPTU Matius Sampe Rombe dan Panit Opsnal Intelkam IPDA Edy Hardiansyah, S.Sos, Sekretaris Yayasan sekaligus pimpinan pondok, Mas Yudio, dan pengasuh pesantren, Ustaz Syarif Hidayatullah

Kerja bakti itu berlangsung di lingkungan Pondok Pesantren Ummul Quro-KKJ Center, yang menjadi tempat aktivitas pendidikan keagamaan sekaligus bagian dari ruang sosial masyarakat di Kelurahan Lapadde.

Personel tidak berada di lokasi hanya untuk melakukan pemantauan, tetapi ikut mengerjakan pembersihan secara langsung. Kegiatan sederhana itu memperlihatkan bentuk interaksi yang berbeda antara polisi dan masyarakat.

Area yang sebelumnya menyisakan material hasil galian kemudian dibersihkan agar lingkungan pesantren kembali lebih tertata.

Bagi lingkungan pendidikan seperti pesantren, kondisi halaman dan area sekitar tentu berkaitan dengan aktivitas sehari-hari para santri maupun pengasuh. Karena itu, pekerjaan membersihkan sisa galian memiliki manfaat langsung bagi lingkungan tempat mereka beraktivitas.

Kapolsek Ujung AKP Sukri Abdullah mengatakan kegiatan tersebut menjadi salah satu cara kepolisian menjaga kedekatan dengan masyarakat melalui aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan lingkungan.

“Kami ingin keberadaan polisi tidak hanya dirasakan ketika masyarakat membutuhkan pelayanan atau ketika ada persoalan. Melalui kegiatan seperti ini, kami bisa hadir dan bekerja bersama masyarakat di lingkungan mereka,” ujar Sukri Abdullah.

Menurut dia, interaksi semacam itu juga membuka ruang komunikasi yang lebih informal antara personel kepolisian dengan pengurus pesantren.

Lingkungan KKJ Center juga memiliki latar sosial yang beragam. Karena itu, hubungan antara aparat keamanan, tokoh agama dan masyarakat menjadi bagian dari dinamika kehidupan sehari-hari di wilayah Kecamatan Ujung.

Kegiatan bersama di lingkungan pesantren setidaknya memperlihatkan bagaimana interaksi lintas kelompok dapat dibangun melalui aktivitas yang sederhana dan bersifat praktis.

Kerja bakti di Pesantren Ummul Quro pada Selasa pagi itu pun berakhir setelah sisa galian dan area sekitar lokasi dibersihkan.

Dari pekerjaan yang terlihat sederhana tersebut, pesan yang muncul justru lebih konkret: hubungan polisi dengan masyarakat tidak selalu harus dibangun melalui forum resmi, tetapi juga dapat tumbuh dari pekerjaan bersama yang langsung menyentuh lingkungan warga. (Rls)

Bagikan artikel ini ke :