Ubah Sampah jadi Karya, Mahasiswa KKNT Unhas di Parepare Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol

Ubah Sampah jadi Karya, Mahasiswa KKNT Unhas di Parepare Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol
Ubah Sampah jadi Karya, Mahasiswa KKNT Unhas di Parepare Membuat Gantungan Kunci dari Tutup Botol. (Foto: ist)

ONEANEWS.com – Sampah plastik sering kali dipandang sebagai limbah yang tidak lagi memiliki nilai guna. Namun, ditangan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Pengelolaan Sampah Universitas Hasanuddin (Unhas) Gelombang 116, tutup botol plastik bekas berhasil disulap menjadi gantungan kunci yang menarik sekaligus menjadi media edukasi lingkungan bagi anak-anak.

Melalui program bertajuk “Dari Tutup Botol Menjadi Gantungan Kunci: Langkah Kecil Menuju Lingkungan Bersih”, mahasiswa KKN Unhas menggelar kegiatan edukasi di UPTD SD Negeri 24 Parepare, Kelurahan Tiro Sompe, Kecamatan Bacukiki Barat, Kota Parepare. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua pertemuan, yakni pada 23 Juli 2026 bersama siswa Kelas VA dan 29 Juli 2026 bersama siswa Kelas VB.

Program ini dirancang sebagai upaya menanamkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan sampah sejak usia dini melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan menyenangkan. Tidak hanya menerima materi di dalam kelas, para siswa juga diajak untuk belajar melalui pengalaman langsung dengan mengubah sampah plastik menjadi karya yang memiliki nilai guna.

Pada awal kegiatan, mahasiswa KKN memberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, mengenalkan perbedaan sampah organik dan anorganik, menjelaskan dampak negatif sampah plastik terhadap lingkungan, serta memperkenalkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R) sebagai langkah sederhana yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Materi disampaikan secara interaktif sehingga siswa tidak hanya mendengarkan, tetapi juga aktif berdiskusi dan menjawab berbagai pertanyaan yang diberikan.

Suasana semakin semarak saat memasuki sesi praktik. Dengan penuh antusias, siswa mulai menyusun dan menghias tutup botol plastik bekas hingga menjadi gantungan kunci yang unik dan penuh warna. Tawa, rasa penasaran, serta semangat belajar tampak menghiasi setiap sudut kelas ketika mereka menyadari bahwa benda yang selama ini dianggap sampah ternyata dapat diubah menjadi kerajinan yang menarik dan bermanfaat.

Koordinator kegiatan, Winny Putri Anggraeni, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada hasil akhir berupa kerajinan tangan, tetapi juga pada proses membangun kesadaran lingkungan sejak dini.

“Kami ingin anak-anak memahami bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana. Melalui kegiatan ini, mereka belajar bahwa sampah plastik tidak selalu berakhir di tempat pembuangan. Dengan sedikit kreativitas, sampah dapat diolah menjadi produk yang bermanfaat sekaligus memiliki nilai ekonomi,” ungkapnya.

Untuk memperkuat pemahaman siswa, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab interaktif mengenai materi yang telah dipelajari. Para siswa terlihat antusias mengangkat tangan untuk menjawab pertanyaan seputar pengelolaan sampah dan penerapan prinsip 3R. Sebagai bentuk apresiasi, mahasiswa KKN memberikan hadiah kepada siswa yang berhasil menjawab dengan benar, sehingga suasana belajar menjadi semakin hidup dan menyenangkan.

Program “Dari Tutup Botol Menjadi Gantungan Kunci: Langkah Kecil Menuju Lingkungan Bersih” menjadi salah satu program kerja unggulan Posko KKN Tematik Pengelolaan Sampah Universitas Hasanuddin Gelombang 116 di Kelurahan Tiro Sompe. Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap dapat menumbuhkan kebiasaan positif dalam memilah dan mengelola sampah sejak usia dini, sekaligus membangun kesadaran bahwa setiap individu memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Lebih dari sekadar membuat gantungan kunci, kegiatan ini menjadi bukti bahwa edukasi lingkungan akan lebih bermakna ketika dipadukan dengan pengalaman langsung. Dari sebuah tutup botol plastik bekas, lahirlah kreativitas, kepedulian, dan harapan akan tumbuhnya generasi yang lebih sadar terhadap pentingnya menjaga bumi. Langkah kecil yang dilakukan hari ini diharapkan mampu menjadi awal dari perubahan besar menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan. (Rls)

Bagikan artikel ini ke :