SMSI Pangkep dan Lurah Padoang Doangan Dampingi Dinsos Salurkan Bantuan Korban Longsor

SMSI Pangkep dan Lurah Padoang Doangan Dampingi Dinsos Salurkan Bantuan Korban Longsor
SMSI Pangkep dan Lurah Padoang Doangan Dampingi Dinsos Salurkan Bantuan Korban Longsor. (Foto: SMS)

ONEANEWS.com – Pengurus Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan bersama Lurah Padoang Doangan mendampingi Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep dalam penyaluran bantuan kemanusiaan kepada tiga rumah warga korban bencana longsor di Jalan Jenderal Sukawati, Kelurahan Padoang Doangan, Kecamatan Pangkajene, Senin (23/2/2026).

Bantuan tersebut diberikan kepada tiga warga terdampak, yakni Syahriah Nur, Hj. Ramlah, dan Indong, yang rumahnya mengalami kerusakan akibat longsor yang terjadi pada Kamis malam (19/2/2026) setelah hujan deras dan luapan arus Sungai Kali Bersih.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Pangkep, Jaenal Sanusi, S.STP., M.Si., menyampaikan bahwa bantuan yang disalurkan berupa paket kebutuhan pokok, perlengkapan darurat, serta bantuan logistik untuk meringankan beban korban.

“Bantuan ini merupakan bentuk kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang tertimpa musibah. Kami berharap dapat membantu kebutuhan dasar korban sembari menunggu penanganan lanjutan,” ujarnya.

Lurah Padoang Doangan, Ilham, SE, menegaskan bahwa pihak kelurahan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk percepatan penanganan dampak longsor, termasuk penguatan bantaran sungai guna mencegah kejadian serupa.

“Kami bersama SMSI dan unsur terkait memastikan bantuan tersalurkan tepat sasaran dan korban mendapatkan perhatian yang layak,” kata Ilham.

Ketua SMSI Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Bahar Tatang bersama Ketua Bidang Kesra SMSI Pangkep, Chemal Rusanda bersama anggotanya turut mendampingi penyaluran bantuan menyatakan komitmennya untuk mengawal informasi serta menjembatani komunikasi antara masyarakat dan pemerintah daerah.

Ketua SMSI menyebutkan bahwa kehadiran media bukan hanya untuk peliputan, tetapi juga sebagai mitra sosial dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat terdampak bencana.

Akibat longsor tersebut, bagian belakang rumah warga mengalami kerusakan pada pondasi dan dinding, serta mengancam kestabilan bangunan. Kerugian material diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Saat ini, pemerintah daerah masih melakukan pendataan lanjutan serta kajian teknis penanganan permanen.

Pemerintah mengimbau warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai agar tetap waspada terhadap potensi longsor susulan, terutama saat curah hujan tinggi. Warga diminta segera melapor kepada aparat setempat apabila melihat tanda-tanda retakan tanah atau peningkatan debit air yang signifikan.

Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal pemulihan bagi ketiga rumah warga korban, sekaligus wujud sinergi antara pemerintah daerah, media, dan masyarakat dalam menghadapi bencana alam. (*)

Bagikan artikel ini ke :