FLP Pangkep Gelar Secangkir Pangkep Dialog dan Gotong Royong Literasi
ONEANEWS.com – Forum Lingkar Pena (FLP) Pangkajene dan Kepulauan menggelar Secangkir Pangkep menamai dari Dialog dan gotong royong literasi yang berlangsung sangat menarik dan dinamis di Sistem Cofee, Jl Matahari Kelurahan Paddoang Doangan Kecamatan Pangkajene (Senin, 19 Januari 2026).
Dialog mengusung tema: “Seberapa Pangkep-kah Kita?”. Aajakan kepada teman, keluarga, komunitas, dan siapa pun yang cinta Pangkep terbuka untuk umum, karena Pangkep bukan hanya tempat tinggal tapi identitas yang patut kita rawat bersama.
Mari berbincang, membincangkan Pangkep dari sisi, sisi budaya, sosial, literasi, hingga masa depan daerah kita, bersama para pemantik diskusi inspiratif: Tokoh literasi, akademisi, aktivis, hingga pengamat.
Mereka tampil antaranya Imam Takbir, S.Stp, MM, (Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan olahraga Pangkep), Muh Ramli Sirajuddin (Direktur Logos Institute), Nhani Rachman Khan (Founder Pangkep Undercover), Kemal Jumrahsan (Sekum PP IPPM Pangkep), Syaifullah Bonto, S.Ip, M.Ip (Pengamat Politik dan Pemerintahan) dengan pemandu dialog oleh M. Nur Rahmadhani (Ketua FLP Pangkep) dengan hiburan singer Akil Juniarli Saputera dan Alya Saputri.
Dalam pemaparannya pemantik Nhani Rachman Khan yang mengaku dirinya Pangkep banget menegaskan Pangkep sampai hari ini masih secercah harapan.
“Semua pihak yang hadir di sini Gen Milenial khususnya lagi Gen z harus berkolaborasi mengambil bagian untuk memajukan Pangkep, 2 Point penting yang khususnya gen z menuju Indonesia emas 2045 yang harus dimiliki adalah peningkatan kompetensi dan memiliki value berupa integritas,” tandasnya.
Kemal Jumrahsan, mengakui potensi Pangkep tapi kita kurang dari segi beberapa kenyataannya sebagai pelaku dan pencinta produk, bagaimana mengambil konklusif solusi yang paling efektif.
Ramli Sirajuddin yang lebih sering disapa dengan Rames mempertanyakan seberapa bermanfaat Pangkep untuk kita, identitas Pangkep sebagai orang yang melihat globalisasi sebagai peluang maka harapan-harapan atau mungkin yang bisa saya sampaikan kepada teman-teman, ayo lepaskan belenggu teman-teman gunakan Pangkep ini sebagai sebuah daya pendorong untuk mengaktualisasikan.
Syaifullah Bonto kita harus good government, perlu berpartisipasi dalam tata kelola yang baik, mari kita berkolaborasi bersama-sama, jangan sampai menyalahkan diri kita sendiri, jangan sampai mereka menyerahkan orang luar, kita koreksi masing-masing potensi apa yang kita punya dalam good governance.
“Semua harus berpartisipasi, mengantar kita sama-sama mewujudkan terbinanya potensi pemuda pelajar mahasiswa demi terwujudnya sistem kemasyarakatan dan tatanan sosial yang lebih baik di Kabupaten Pangkep,” pungkasnya.
Imam Takbir dalam motivasinya, pimpinlah dirimu, pendam dalam hatimu dan bawa diotakmu, Pangkep kaya SDA tidak nyambung dengan Pangkep miskin. Ayo kita rubah maindset kita, kita roba, kita olah, seberapa pantas, kita bertanya pada diri kita sendiri, karena semua tergantung suasana kebatinan kita.
“Saya hanya ingin kami dari pemerintah hadir dalam konteks paradigma yang baru sebagai fasilitasi tidak lagi menjadi dikit-dikit beri,” jelasnya.
Imam mengajak, mari bangun dari mimpi dan lihat dari mimpi-mimpi, wujudkanlah kalau anda butuh pemerintah dalam konteks tata pengelolaan tadi, sampaikanlah karena bukan barang haram untuk menyampaikan.
“Ketika anda berhasil maka catatkanlah pada dirimu, sampaikanlah kepada khalayak bahwa saya orang Pangkep bisa membangun Pangkep, berkontribusi pada masyarakat, kamu mulai dari mimpimu jadilah orang Pangkep bahwa kamu bisa,” tutupnya. (*)
