KPU Pangkep Ajak Gen Z jadi Pemilih Kritis dan Berintegritas di SMKN 1
ONEANEWS.com – Komisioner KPU Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Syaiful Mujib, menjadi salah satu pemateri utama dalam kegiatan Sosialisasi Pendidikan Politik bertema “Perspektif Politik Gen Z” yang digelar oleh Partai Demokrat Pangkep di SMKN 1 Pangkep.
Dalam penyampaiannya, Mujib menegaskan bahwa generasi muda adalah kelompok pemilih terbesar pada pemilu mendatang, sehingga pemahaman mereka tentang demokrasi menjadi hal yang sangat penting.
Di hadapan para siswa, Mujib menyampaikan bahwa KPU memegang teguh prinsip independensi, profesionalisme, dan netralitas dalam menjalankan tugas sebagai penyelenggara pemilihan umum.
“KPU harus netral, independen, dan profesional. Tapi keberhasilan pemilu tidak hanya bergantung pada penyelenggara. Partisipasi kalian sebagai pemilih sangat menentukan kualitas demokrasi,” ujarnya.
Para siswa terlihat antusias memberikan pertanyaan, terutama mengenai isu-isu integritas penyelenggara pemilu dan praktik money politics.
Menanggapi hal tersebut, Mujib memberikan penjelasan tegas mengenai standar etik yang harus dijaga oleh setiap penyelenggara.
“Penyelenggara pemilu itu harus konsisten, taat aturan, dan menjaga komitmen. Kalau integritas dijaga, tidak ada ruang untuk bermain curang,” tegasnya.
Terkait pencegahan politik uang, Mujib menyampaikan bahwa salah satu langkah penting adalah meningkatkan edukasi kepada masyarakat.
“Cara paling efektif untuk menghindari politik uang adalah sosialisasi yang terus menerus. Jika masyarakat paham dampaknya, mereka tidak akan lagi tergiur,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mujib juga mendorong Gen Z agar berani menyuarakan pendapat dan menggunakan hak pilih secara rasional.
“Gen Z adalah generasi kritis. Gunakan rasionalitas kalian untuk memilih berdasarkan rekam jejak, visi, dan integritas calon. Jangan memilih karena iming-iming,” pesannya.
Kehadiran Komisioner KPU Pangkep dalam kegiatan ini mendapat apresiasi besar dari pihak sekolah dan peserta. Melalui dialog interaktif, para siswa memperoleh pemahaman baru tentang penyelenggaraan pemilu dan pentingnya peran mereka dalam memperkuat demokrasi di Indonesia. (*)
