Sepakat Berdamai, Oknum Guru SMPN 4 Parepare yang Aniaya Siswi Kena Sanksi Teguran
ONEANEWS.com – Orangtua siswi korban penganiayaan oknum Guru SMP Negeri 4 Kota Parepare, sepakat berdamai.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Parepare hanya memberikan sanksi teguran terhadap oknum guru yang dilapor polisi setelah diduga melakukan pemukulan terhadap siswinya.
Orang tua siswa juga memilih damai setelah melaporkan guru tersebut di Polres Parepare.
Dalam Surat Penyataan Damai tersebut, Orang tua siswa, Sudarsono sebagai pihak pertama dan guru inisial A (47) sebagai pihak kedua, dan telah ditandatangani pada tanggal 16 Januari 2025.
Dalam surat tersebut, mereka bersepakat damai tanpa ada tekanan atau paksaan dari siapapun dan dari pihak manapun.
Ada tiga kesepakatan, yakni menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan, kedua A meminta maaf telah melakukan tindak pidana kekerasan terhadap anak dan mengakui perbuatannya.
A juga berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan apabila kembali melakukan hal tersebut, A siap diproses secara hukum.
Ketiga, A bersedia memberikan biaya pengobatan kepada anak Sudarsono sebesar Rp2 juta.
Sebelumnya, siswa tersebut dipukul di wajahnya menggunakan buku pada saat proses belajar mengajar di kelas. Akibatnya korban mengalami luka lecet pada bagian kepala dan bibir bagian bawah.
Atas kejadian tersebut Orang tua siswa, Sudarsono keberatan sehingga melaporkan kejadian ini ke pihak kepolisian.
Sudarsono menuturkan bahwa anaknya dipukul menggunakan buku pada Selasa (14/1/2025).
Awalnya korban mengikuti pelajaran Bahasa Inggris bersama pelaku. “Pada saat menulis kepala anak saya sedang sakit, kemudian ditegur oleh guru tersebut karena tidak menulis,” jelas dia.
Kemudian pelaku langsung memukul kepala korban menggunakan buku portofolio. Akibatnya korban mengalami luka lecet pada bagian kepala dan bibir bagian bawah.
Sudarsono membeberkan bahwa pihaknya melaporkan guru tersebut ke polisi agar kedepan anaknya tidak diperlakukan semena-mena oleh guru. Apalagi tanpa mengetahui kondisi anak yang sedang sakit dan tiba-tiba dipukul.
“Harapan saya agar ini menjadi atensi dan perhatian kedepan. Jangan asal memukul siswa apalagi jika tidak tahu misalnya anak ini sedang sakit,” harap dia. (*)
