Golkar Parepare Respons 9 Kader Mundur dari Kepengurusan: Sudah Dibidik untuk Reshuffle

Golkar Parepare Respons 9 Kader Mundur dari Kepengurusan: Sudah Dibidik untuk Reshuffle
Golkar Parepare Respons 9 Kader Mundur dari Kepengurusan: Sudah Dibidik untuk Reshuffle. (Foto: Oneanews)

ONEANEWS.com – Sebanyak 9 pengurus DPD II Golkar Parepare mengundurkan diri sebagai pengurus. Surat pengunduran diri tersebut telah diterima Sekretaris Golkar Parepare, Hamran Hamdani.

Golkar Parepare pun merespons soal mundurnya 9 kader dari kepengurusan. Hamran Hamdani menilai Golkar Parepare tidak kaget dengan hal tersebut. Pasalnya kesembilan kader Golkar yang mundur sebagai pengurus merupakan kader yang masuk bidikan atau list evaluasi untuk direshuffle.

“Kami dari DPD tidak terlalu kaget (9 pengurus mundur),” kata Hamran, didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Golkar Parepare, Tommy Suharto, dan Wakil Ketua Bidang Kaderisasi dan Keanggotaan Golkar Parepare, Ramlan di kediaman Ketua DPD II Golkar Parepare, Erna Rasyid Taufan, Selasa (2/4/2024), malam.

Malahan kata caleg DPRD Parepare terpilih itu, pengunduran diri 9 kader merupakan hal positif bagi Golkar Parepare. Hamran mengklaim bahwa DPD II Golkar tidak lagi perlu repot mencari alasan untuk melakukan reshuffle.

“Malah kami sebenarnya berpikir positif, kami diuntungkan karena sebenarnya imbas teman yang mengundurkan diri ini. Kami sudah rapat pleno bahwa kami akan melakukan rapat evaluasi setelah Pileg (di antara 9 pengurus masuk list evaluasi),” ungkap mantan Ketua KPU Parepare itu.

Senada dengan itu, Tommy Suharto menyebut, pengunduran diri 9 pengurus adalah keputusan yang mendahului Golkar Parepare sebelum mereka direshuffle.

“Perlu kami sampaikan pengunduran diri hanya mendahului dari hasil tim kerja yang dibentuk,” kata Tommy.

Dia menegaskan dia sejak 28 Maret telah mendapatkan penugasan untuk melakukan evaluasi terhadap struktur pengurus partai Golkar Parepare. Nama-nama yang mengundurkan diri rata-rata masuk dalam listing evaluasi dan siap untuk direshuffle.

“Saya wakil ketua bidang organisasi mendapatkan surat untuk evaluasi, validasi, reposisi dan restrukturisasi struktural mulai DPD II Golkar sampai ke tingkat kelurahan. Ini memudahkan kami melakukan evaluasi tidak perlu lagi kami mencari alasannya (untuk mereshuffle),” tandasnya. (*)

Bagikan artikel ini ke :