2 Santri yang Selamat Tragedi Pantai Lowita Kondisinya Stabil

2 Santri yang Selamat Tragedi Pantai Lowita Kondisinya Stabil
2 Santri yang Selamat Tragedi Pantai Lowita Kondisinya Stabil. (Foto: istimewa)

ONEANEWS.com – Lima orang santri terseret arus saat mengikuti kegiatan outing class di pantai Lowita, Kecamatan Suppa, Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan, Senin (25/9/2023), sore.

Tiga di antaranya ditemukan tewas tenggelam, sementara dua lainnya berhasil selamat. Sementara jasad ketiga korban yang meninggal sudah dipulangkan ke kampung halaman masing-masing.

Dua dari lima santri yang terseret ombak di pantai Lowita selamat. Keduanya kini menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Lasinrang Kabupaten Pinrang.

Keduanya mendapat pengawasan dokter untuk memastikan kondisinya benar-benar pulih setelah menelan air laut akibat tenggelam di Pantai Lowita.

Korban yang selamat adalah Sultan Rahardia (15) dan Akram (14), kondisinya mulai stabil, Selasa (26/9/2023).

“Kondisi stabil, sudah sadar. Sebenarnya sudah mau makan tapi masih ada selang NGT (Nasogastric tube) kita pasang untuk antisipasi jangan sampai ada kembung habis tenggelam,” ungkap Kepala Instalasi UGD RSUD Lasinrang Pinrang, Agussalim.

Kapolres Pinrang, AKBP Andiko Wicaksono menjelaskan, memang pondok pesantren imam Ash Syafi’i Maiwa Kabupaten Enrekang memiliki suatu program kegiatan outing class tiap tiga bulan sekali.

“Tujuan kali ini yaitu di pantai Lowita. Ponpes tersebut membawa anak didik sebanyak 122 orang,” jelasnya.

Andiko menyebut, pada pukul 16.30 WITA mereka melakukan kegiatan di bibir pantai. Di antaranya lima orang didik ini menikmati di bibir pantai kemudian terbawa arus.

“Kemudian dilakukan penyelamatan. Sebelum memasuki waktu magrib, lima anak didik yang terseret ditemukan, tiga di antaranya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan dua lainnya ditangani di Puskesmas Suppa dan dirujuk ke RSU Lasinrang Pinrang,” ungkap Andiko.

Polisi pun melakukan penyelidikan atas dugaan kelalaian sehingga terjadi musibah yang menelan korban jiwa.

“Kami akan meminta keterangan terhadap penanggungjawab yaitu pendamping dari ponpes kegiatan ini. Karena bagaimanapun juga jumlah anak didik yang dibawa cukup besar yaitu 122 anak didik,” ungkap mantan Kapolres Parepare itu.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pinrang, Rhommy Manule mengimbau kepada warga dan pengusaha wisata pantai agar memasang papan bicara di sekitaran area wisata.

Bagi pengunjung diimbau agar waspada terhadap ombak dan arus air yang kencang di area pantai.

“Oleh karena itu, wisata pantai, terutama kepada para pengusaha wisata pantai mohon sekiranya bisa membantu kami agar memasang papan bicara supaya tidak terjadi lagi insiden yang membahayakan bahkan menelan korban jiwa,” imbau Rhommy. (*)

Bagikan artikel ini ke :