KAHMI Parepare Desak Badko Tunjuk Plt Ketua Cabang
ONEANEWS.com – Sejumlah pengurus majelis daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Kota Parepare mendesak pengurus Badko Sulsel segera menunjuk pelaksana tugas Ketua Cabang HMI Parepare yang sudah berakhir masa jabatannya.
Wanhat KAHMI Parepare yang juga mantan Ketua Pengurus Besar HMI, Drs Nur Azis Talib, Selasa 15 September 2026 menegaskan,
secara yuridis dan konstitusional kepengurusan HMI Cabang Parepare sudah berakhir karena terpilih di Konfercab 5 Juli 2024 kemudian dilantik tanggal 24 Desember 2024.
“Secara yuridis dan konstitusional sudah berakhir dan tidak ada lagi yang berhak mengklaim sebagai pengurus.Termasuk ikut Kongres karena periode sudah berakhir alias melewati batas kepengurusan,” tegasnya.
Mantan Ketua Badko Indonesia Timur ini mengatakan, kalau ada yang ikut Kongres yang mengatasnamakan HMI Cabang Parepare berarti sama dengan rombongan liar. Untuk itu, Nur Azis Talib mendesak Badko Sulsel segera menunjuk Plt Ketua Cabang yang akan mempersiapkan Konfercab.
Sekretaris Dewan Pakar KAHMI Parepare HA Rahman Saleh SE turut prihatin dengan kondisi kepengurusan Cabang Parepare.
Sebab masa jabatan kepengurusan sudah hampir dua tahun dan minim kegiatan yang menjalankan fungsi dan peran mahasiswa sebagai agen perubahan, kontrol sosial.
“Jika berdasar AD/ART HMI masa jabatan kepengurusan hanya satu tahun.Berarti masa kepengurusan sekarang sudah kedaluwarsa karena hampir dua tahun,” kata Rahman Saleh.
Langkah penunjukan Plt Ketua Cabang untuk menyelamatkan proses kaderisasi dan regenerasi kader HMI di Parepare yang terkesan stagnan.HMI kata Rahman sebagai organisasi pengkaderan harus mengutamakan regenerasi untuk kelangsungan HMI sebagai mata air pengkaderan.
“Mestinya sudah ada kepengurusan baru, makanya Badko harus segera menunjuk Plt untuk mempersiapkan pelaksanaan Konferensi agar, konsolidasi dan kelangsungan kaderisasi bisa berjalan,”kata mantan Sekretaris Badko Sulawesi ini.
Sementara tokoh KAHMI lainnya Fandy Bilal menegaskan, sudah saatnya pengurus Cabang legowo untuk meletakkan jabatan yang sudah berakhiri dengan melaksanakan Konfercab sehingga estafet cabang berkelanjutan.”Tidak ada alasan untuk menunda Konfercab, karena kalau seorang organisatoris pasti tahu, AD/ART itu adalah kitab suci bagi semua kader, makanya harus legowo memberikan kesempatan kader-kader muda untuk memimpin cabang,”tegasnya.
Fandy Bilal menilai konsolidasi dan koordinasi pengurus Cabang seakan tidak efektif.Terbukti setiap agenda dan isu-isu penting baik lokal dan nasional tidak disikapi.Mulai dari kelangkaan BBM dan elpiji, isu-isu korupsi hingga masalah-masalah sosial di masyarakat.Roh HMI sebagai organisasi yang kritis dan punya kepedulian terhadap kondisi sosial sama sekali tidak ada.
“Mahasiswa sebagai agent of change, kontrol sosial dan menyuarakan aspirasi rakyat sama sekali tidak tercermin.Termasuk koordinasi
ke pengurus KAHMI.Pengurus cabang sekarang seolah-olah tidak punya empati dengan kondisi sosial,”pungkasnya. (rls)
