Lahir dari Semangat Emak-Emak, UMKM Syahban Binaan Pertamina Sulawesi Terus Berkembang
ONEANEWS.com – Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Binaan Pertamina Patra Niaga Sulawesi, yaitu Syahban terus berkembang. Kelompok UMKM yang dimotori emak-emak ini memanfaatkan ikan bandeng menjadi olahan yang bermanfaat.
UMKM Syahban yang berlokasi di Jalan Puang Halide Ladoma, Kecamatan Bacukiki, Kota Parepare, mulanya memiliki produk bandeng cabut duri dan abon tulang ikan bandeng. Saat ini, mereka berinovasi untuk produk terbarunya yaitu ikan bandeng presto.
Ketua UMKM Syahban, Tri Harianti, mengungkapkan, inovasi produk ini lahir dari semangat kelompoknya untuk terus memanfaatkan potensi ikan bandeng. Produksinya pun tanpa menggunakan bahan pengawet, tapu tetap kaya gizi. Utamanya kandungan kalsium yang baik untuk anak-anak maupun lansia.
“Tulang ikannya pun tidak dibuang, tapi kami olah jadi tepung kaya kalsium untuk makanan tambahan,” ujar Tri kepada wartawan saat ditemui di rumah produksinya, Minggu (26/10/2025).

Pemasaran produk dari UMKM Syahban juga terus berkembang. Awalnya dari pasar lintas daerah, sekarang memanfaatkan teknologi dengan memasarkan via online di media sosial. Bahkan juga memanfaatkan acara bazar dan event.
Tri mengapresiasi Pertamina melalui program CSR yang telah mendampingi UMKM Syahban selama ini.
“Mulai dari pondasi-pondasi usaha, seperti rumah produksi, kemudian alat-alat, dan beberapa sertifikasi, seperti packingnya, juga kita sangat terbantu di sisi itu. Mungkin kalau kita berdiri sendiri, membutuhkan beberapa waktu untuk bisa berada di situasi seperti sekarang ini. Jadi sangat terasa perbedaannya, ketika sebelumnya tidak ada bantuan secara keilmuan, secara fasilitas, material,” jelasnya.
Sementara, Development Officer Fuel Terminal Pertamina TBBM Parepare, Faizah Layla Rohmah yang melakukan kunjungan pendampingan UMKM Syahban mengatakan, ini merupakan program CSR Pertamina untuk membantu ekonomi masyarakat nan ramah lingkungan.
“Selain pelatihan usaha, kami juga memperkenalkan konsep zero waste, yaitu seluruh limbah ikan diolah kembali. Bahkan sebagian sisa dari ikan bandeng diberi makan ikan lele. Ini untuk budidaya lele. Sementara, energi produksinya pun kini beralih dari elpiji menjadi reaktor biogas, yang lebih murah dan ramah lingkungan,” ungkap Faizah Layla kepada wartawan.

Dia berharap, program CSR Pertamina dalam pendampingan UMKM, mampu tumbuh menjadi wirausaha mandiri, dan berkontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuannya untuk mensejahterakan masyarakat, khususnya kelompok rentan. Pertamina hadir untuk membina, memberdayakan, dan berbagi pengetahuan kepada masyarakat agar bisa maju bersama,” pungkas Faizah Layla. (*)
