Pedagang Asongan Masih Berkeliaran di Dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare

Pedagang Asongan Masih Berkeliaran di Dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare
Situasi di Dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare. Nampak Pedagang Asongan Masih Berkeliaran Menawarkan Dagangan ke Penumpang Kapal. (Foto: oneanews)

ONEANEWS.com – Para pedagang asongan seringkali dijumpai di area dermaga Pelabuhan Nusantara Parepare bertepatan jadwal keberangkatan kapal laut maupun tiba.

Kondisi tersebut sudah berlangsung lama. Namun, hingga kini Pelindo sebagai pihak bertanggungjawab belum mampu mengatasi maupun menertibkan pedagang asongan yang masih sering masuk.

Diketahui area dermaga merupakan Lane 1 yang berarti jalur nomor satu di sebuah dermaga, yang merupakan tempat kapal berlabuh dan melakukan aktivitas bongkar muat atau menaikkan/menurunkan penumpang.

Pedagang asongan dilarang berjualan di dermaga atau di atas kapal demi keselamatan, kenyamanan, dan ketertiban demi kelancaran operasi pelabuhan, sesuai dengan Peraturan Direksi PT Pelindo IV No. PD 03 Tahun 2008 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

Pantauan di lapangan, sejumlah pedagang asongan masih nampak menawarkan jualannya kepada para penumpang kapal di dermaga pelabuhan Nusantara.

Tak hanya pedagang, kerap juga dijumpai peminta-minta atau pengemis berkeliaran untuk mengais rezeki dari para penumpang.

Salah satu penumpang yang ditanya di dermaga pelabuhan mengaku kurang nyaman akan kondisi tersebut. Dia meminta pihak penanggungjawab mesti menjadikan atensi hal tersebut.

“Sebenarnya kurang nyaman kalau banyak penjual di dermaga. Harusnya nanti setelah penumpang keluar dari dermaga barulah pedagang menawarkan dagangannya. Kan ada juga kios-kios di area pelabuhan. Semoga jadi perhatian bagi penanggungjawab,” ucapnya.

BM Pelindo Parepare, Beny yang mengatakan, aktivitas pedagang maupun pengemis di area dermaga Pelabuhan Nusantara telah menurun sejak sebulan terakhir atau sejak menjabat BM Pelindo Parepare.

“Yang awalnya 30-an, sekarang turun 28 dan turun lagi,” ungkap Beny dikonfirmasi wartawan, Selasa (16/9/2025).

Beny juga mengaku, telah memasang papan bicara untuk mengantisipasi hal tersebut. Tak lupa berkoordinasi dengan Polsek KPN untuk penertiban.

“Kami tidak mau ada benturan fisik. Kami libatkan Aparat (mitra). Kami juga sudah pasang tanda dilarang masuk (lapangan bicara). Karena yang jelas ini ada SOP nya. Dilarang pedagang di dermaga karena itu Lane 1,” tegas pria yang pernah menjabat GM Pelindo Regional IV Nunukan itu. (*)

Bagikan artikel ini ke :